Tanda Dari Penyakit Kanker Serviks

Tanda Dari Penyakit Kanker Serviks – Kanker Serviks bagi para kaum perempuan memang merupakan penyakit yang menakutkan, karena kanker serviks ini dapat mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mempunyai anak. Dampak paling parah kanker serviks yaitu apabila sudah memasuki stadium akir tidak dilakukan pengobatan makan dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu melakukan pemriksaan terhadap gejala yang muncul merupakan pencegahan yang paling awal untuk pencegahan kanker serviks. Namun kebanyakan penderita kanker serviks baru akan memeriksakan kondisinya jika kanker serviks sudah mulai parah. sehingga pengobatan akan lebih sulit untuk dilakukan.
Kanker serviks adalah tumor ganas yang terletak pada saluran rahim vagina dan serviks. Tingginya kasus kanker serviks umumnya berusia sekitar 50 tahun, dan pasien dengan kanker serviks pada pernikahan dini, hamil dini. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian kanker serviks secara bertahap usia dekat dengan wanita muda. Baca Juga>>

Ciri Awal  Kanker Serviks 
Pada stadium dini, gejala kanker serviks tidak terlihat dengan jelas. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Walau demikian, ciri-ciri berikut dapat dijadikan tanda kanker serviks:
  1. Terasa sakit saat berhubungan seksual
  2. Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan
  3. Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi
  4. Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal)
  5. Pada stadium lanjut: kurang nafsu makan, sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak, sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak, berat badan naik-turun, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina, pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.

 

Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker serviks. Hal ini juga digunakan untuk mendeteksi displasia serviks. Untuk mempelajari dokter mengumpulkan sampel sel dari leher rahim. Dengan menguji sampel sel dokter juga dapat mendeteksi keberadaan HPV.
Bagi wanita yang sehat, rekomendasi berikut untuk skrining untuk kanker serviks:
  1. Pada usia 21-29 tahun – dianjurkan untuk melakukan tes Pap setiap tiga tahun;
  2. Pada usia 30-65 tahun – Dianjurkan bahwa Anda melakukan Pap smear dan HPV menguji setiap lima tahun. (Anda dapat terus melakukan Pap smear setiap tiga tahun);
  3. Pada usia 65 dan lebih tua dapat mengakhiri tes Pap dan tes HPV, jika Anda hasil sebelumnya normal (misalnya, tiga hasil yang normal berturut-turut di masa lalu 10 tahun).

 

Pap smear harus dilakukan lebih sering, jika ditemukan hasil abnormal atau penyakit tertentu, misalnya, menekan sistem kekebalan tubuh atau yang terakhir dari displasia serviks atau kanker leher rahim. Sejak dikembangkan kurang lebih 50 tahun lalu, tes pap smear telah menurunkan persentase meninggalnya wanita akibat kanker serviks hingga 50% di banyak negara berkembang.
Namun Untuk di indonesia, rupanya masyarakat kebanyakan belum paham betul kapan tes pap smear harus dilakukan. Sebenarnya mereka yang berusia 21 tahun ke atas dan yang telah melakukan hubungan badan secara aktif dianjurkan untuk memeriksakan diri dengan metode pap smear 2 tahun sekali. Baca Juga>>Obat Kanker Payudara
 
Pengobatan Herbal Kanker DeNature

Kami de Nature Indonesia hadir dengan produk herbal, kapsul daun sirsak (ZIIRZAX) 

dan kapsul keladi tikus (Typhogell) membantu anda dalam melawan penyakitkanker yang anda derita.

<div style="background-color: white; border: 0px; color: #444444; font-family: Ubuntu, Helvetica, Arial, sans

Iklan Post

Baca Juga:

Iklan Post