Obat Anti Oksidan Alami

Obat Anti Oksidan Alami – Antioksidan adalah vitamin, mineral dan nutrisi2 lain yang melindungi dan memperbaiki sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas berperan pada beberapa penyakit kronis, dan antioksidan membantu menjagamu dari penyakit2 tersebut. Beberapa contoh dari penyakit2 tersebut adalah pengerasan arteri (atherosclerosis), penyakit jantung, stroke, kanker, Alzheimer, Rheumatoid arthritis dan katarak. Radikal bebas juga memperlemah imun tubuh. Antioksidan menjaga agar imun tubuhmu tetap kuat untuk melawan penyakit2 seperti flu dan infeksi. Antioksidan juga melindungi kulitmu dari kerusakan. Antioksidan mencegah penuaan dini, melawan garis dan kerut wajah, dan melindungi kulitmu dari sinar matahari.

Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Antioksidan seperti tiol atau asam askorbat (vitamin C) mengakhiri reaksi berantai ini.

Untuk menjaga keseimbangan tingkat oksidasi, tumbuhan dan hewan memiliki suatu sistem yang kompleks dari tumpangsuh antioksidan, seperti glutation dan enzim (misalnya: katalase dan superoksida dismutase) yang diproduksi secara internal atau dapat diperoleh dari asupan vitamin C, vitamin A dan vitamin E.

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.

Antioksidan banyak digunakan dalam suplemen makanan dan telah diteliti untuk pencegahan penyakit seperti kanker atau penyakit jantung koroner. Meskipun studi awal menunjukkan bahwa suplemen antioksidan dapat meningkatkan kesehatan, pengujian lanjutan yang lebih besar termasuk beta-karoten, vitamin A, dan vitamin E secara tunggal atau dalam kombinasi yang berbeda menunjukkan bahwa suplementasi tidak berpengaruh pada tingkat kematian. Uji klinis acak konsumsi antioksidan termasuk beta karoten, vitamin E, vitamin C dan selenium menunjukkan tidak ada pengaruh pada risiko kanker atau mengalami peningkatan risiko kanker. Suplementasi dengan selenium atau vitamin E tidak mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Dengan contoh-contoh ini, stres oksidatif dapat dianggap sebagai penyebab atau konsekuensi dari beberapa penyakit, merangsang pengembangan obat senyawa antioksidan potensial untuk mengobati penyakit.

Antioksidan memiliki banyak kegunaan industri, seperti pengawet dalam makanan dan kosmetik serta untuk mencegah degradasi karet dan bensin.

Efek kesehatan

Meskipun beberapa tingkat vitamin antioksidan dalam diet diperlukan demi kebugaran, ada keraguan besar benarkah suplemen antioksidan memiliki aktivitas anti-penyakit; dan jika mereka benar-benar menguntungkan, antioksidan apa yang diperlukan dan berapa jumlahnya. Memang, beberapa penulis berpendapat bahwa hipotesis yang mengatakan antioksidan dapat mencegah penyakit kronis kini telah dibantah dan bahwa ide tersebut sesat sejak awal. Sebaliknya, polifenol diet dalam konsentrasi kecil mungkin tidak memiliki peran antioksidan yang dapat mempengaruhi isyarat antar sel, sensitivitas reseptor, aktivitas enzim inflamasi atau regulasi gen.

Untuk harapan hidup secara keseluruhan, telah disarankan bahwa stres oksidatif tingkat sedang dapat memperpanjang umur cacing Caenorhabditis elegans, dengan menginduksi respons pelindung untuk peningkatan tingkat spesies oksigen reaktif. Sugesti bahwa harapan hidup meningkat berasal dari peningkatan konflik stres oksidatif dengan hasil yang terlihat pada ragi Saccharomyces cerevisiae,[tetapi situasi pada mamalia belum jelas. Namun demikian, suplemen antioksidan tidak terlihat dapat meningkatkan harapan hidup pada manusia.

Meskipun antioksidan telah diteliti mengenai efek potensialnya pada penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan sklerosis lateral amiotropik, namun studi-studi ini belum meyakinkan.

Sumber antioksidan
Berdasarkan asalnya, antioksidan terdiri atas antioksigen yang berasal dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Adakalanya sistem antioksidan endogen tidak cukup mampu mengatasi stres oksidatif yang berlebihan. Stres oksidatif merupakan keadaan saat mekanisme antioksidan tidak cukup untuk memecah spesi oksigen reaktif. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan dari luar (eksogen) untuk mengatasinya.

Penggolongan Antioksidan berdasarkan sumbernya

Ada dua macam antioksidan berdasarkan sumbernya, yaitu antioksidan alami dan antioksidan sintetik

Antioksidan alami

Antioksidan alami biasanya lebih diminati, karena tingkat keamanan yang lebih baik dan manfaatnya yang lebih luas dibidang makanan, kesehatan dan kosmetik. Antioksidan alami dapat ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan tumbuhan berkayu.[ Metabolit sekunder dalam tumbuhan yang berasal dari golongan alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, tanin, steroid/ triterpenoid. Quezada et al. (2004) menyatakan bahwa fraksi alkaloid pada daun “Peumus boldus” dapat berperan sebagai antioksidan. Zin “et al”. (2002) menyatakan bahwa golongan senyawa yang aktif sebagai antioksidan pada batang, buah, dan daun mengkudu berasal dari golongan flavonoid. Gingseng yang berperan sebagai antioksidan, antidiabetes, antihepatitis, antistres, dan antineoplastik, mengandung saponin glikosida (steroid glikosida). Uji aktivitas antioksidan yang dilakukan pada daun “Ipomea pescaprae” menunjukkan keberadaan senyawa kuinon, kumarin, dan furanokumarin. Tanin yang banyak terdapat pada teh dipercaya memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.[butuh rujukan] Sementara itu, Iwalokum “et al”.(2007)menyatakan bahwa “Pleurotus ostreatus” yang mengandung triterpenoid, tanin, dan sterois glikosida dapat berperan sebagai antioksidan dan antimikrob.

Penggolongan Antioksidan berdasarkan mekanisme kerjanya

Berdasarkan mekanisme kerjanya, antioksidan dibedakan menjadi antioksidan primer yang dapat bereaksi dengan radikal bebas atau mengubahnya menjadi produk yang stabil , dan antioksidan sekunder atau antioksidan preventif yang dapat mengurangi laju awal reaksi rantai serta antioksidan tersier. Mekanisme kerja antioksidan selular menurut Ong et al. (1995) antara lain, antioksidan yang berinteraksi langsung dengan oksidan, radikal bebas, atau oksigen tunggal; mencegah pembentukan jenis oksigen reaktif; mengubah jenis oksigen rekatif menjadi kurang toksik; mencegah kemampuan oksigen reaktif; dan memperbaiki kerusakan yang timbul.

Antioksidan primer
Antioksidan primer berperan untuk mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan memutus reaksi berantai dan mengubahnya menjadi produk yang lebih stabil.
Contoh antioksidan primer, ialah enzim superoksida dimustase (SOD), katalase, dan glutation dimustase.

Antioksidan Sekunder
Antioksidan sekunder berfungsi menangkap senyawa radikal serta mencegah terjadinya reaksi berantai.
Contoh antioksidan sekunder diantaranya yaitu vitamin E, Vitamin C, dan β-karoten.

Antioksidan Tersier
Antioksidan tersier berfungsi memperbaiki kerusakan sel dan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Contohnya yaitu enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksida reduktase.

Metode pengujian antioksidan

Beberapa metode uji yang digunakan untuk melihat aktivitas antioksidan .

Metode DPPH
Salah satu metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH.[butuh rujukan] Metode DPPH didasarkan pada kemampuan antioksidan untuk menghambat radikal bebas dengan mendonorkan atom hidrogen. Perubahan warna ungu DPPH menjadi ungu kemerahan dimanfaatkan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan. Metode ini menggunakan kontrol positif sebagai pembanding untuk mengetahui aktivitas antioksidan sampel. Kontrol positif ini dapat berupa tokoferol, BHT, dan vitamin C. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidra-zil (DPPH) sebagai radikal bebas. Prinsipnya adalah reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan , misalnya troloks, yang mengubahnya menjadi 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin.

Metode CR
Larutan Ce(IV) sulfat yang diberikan pada sampel akan menyerang senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat berperan sebagai pemindah elektron, maka perusakan struktur oleh elektron reaktif yang berasal dari oksidator kuat seperti Ce(IV) tidak terjadi. Metode ini berdasarkan spektrofotometri yang pengukurannya dilakukan pada panjang gelombang 320 nm. Panjang gelombang ini digunakan untuk mengukur Ce(IV) yang tidak bereaksi dengan kuersetin dan senyawa flavonoid lain. Kapasitas reduksi Ce(IV) pada sampel dapat diukur konsentrasi dan pH larutan yang sesuai membuat Ce (IV) hanya mengoksidasi antioksidan , dan bukan senyawa organik lain yang mungkin teroksidasi. Hal ini membuat penentuan panjang gelombang maksimum dan nilai pH larutan penting untuk diketahui dan dijaga selama pengukuran agar tidak terjadi pergeseran panjang gelombang selama pengukuran.

Banyak ahli gizi meyakini bahwa cara ini lebih baik dan alami dibandingkan mengkonsumsi suplemen tambahan. Antioksidan terutama banyak terdapat di buah-buahan dan sayuran segar. Namun, jenis dan jumlah kandungannya tidak selalu sama. Beberapa jenis antioksidan bahkan hanya dapat ditemukan di makanan tertentu saja.

Cara terbaik adalah dengan menyertakan makanan-makanan ini ke dalam diet/pola makan sehari-hari. Terlebih lagi, makanan-makanan tinggi antioksidan biasanya kaya akan nutrisi lain, sehingga memberi banyak manfaat lain bagi tubuh dan kesehatan. Makanan apa saja yang kaya antioksidan penting bagi tubuh Anda? Simak daftarnya berikut ini:

Blueberry
Blueberry kerap dijuluki sebagai superfruit dengan kandungan antioksidan yang termasuk tertinggi di antara buah-buahan lain. Tak heran, antioksidannya memang beragam, mulai dari antosianidin, tanin, myricetin, quercetin, kaempferol, pterostilbene, asam klorogenat, vitamin C, A, hingga resveratrol. Antosianidin merupakan antioksidan yang berpotensi meredakan peradangan serta mencegah kanker dan serangan jantung. Sementara itu, vitamin C dan A penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Stroberi
Buah berry, terutama yang berwarna merah seperti stroberi dan raspberry, kaya akan asam elagat. Hasil studi yang diterbitkan di “Journal of Nutrition” mengungkap bahwa asam elagat ini bisa meningkatkan kemampuan quercetin (antioksidan dalam apel, blueberry, anggur, dll) untuk membunuh sel kanker. Studi lain tahun 2011 menunjukkan bahwa stroberi dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah. Stroberi pun dilengkapi vitamin C dan fenolik lain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Cranberry
Selain blueberry dan stroberi, antioksidan tinggi juga dimiliki buah berry lain seperti blackberry, blackcurrant, goji berry, dan cranberry. Cranberry memiliki kombinasi unik antara antioksidan fenolat, proantosianidin, antosianin, flavonoid, dan triterpenoid. Tak kalah unik lagi adalah sinergi antioksidan resveratrol, piceatannl, dan pterostilbene di dalamnya. Manfaat antioksidan cranberry bisa Anda dapatkan secara optimal jika seluruh kombinasi tersebut tersedia. Jika proses pengolahan cranberry mengganggu salah satu komponen tersebut, manfaat kesehatannya bisa saja menurun.

Anggur
Buah yang telah dibudidayakan sejak sekitar 6 – 8 ribu tahun lalu ini memiliki berbagai antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Yang paling menonjol adalah resveratrol, yang dapat melindungi otak dan sistem saraf. Resveratrol juga efektif mencegah penyakit degeneratif, menghambat perkembangan sel kanker, menurunkan tekanan darah, serta menjaga kesehatan jantung dan elastisitas pembuluh darah.

Anggur juga mengandung antosianin, proantosianidin, tanin quercetin, kaempferol, zeaxanthin, lutein, beta karoten, dll. Antosianin lebih banyak terdapat pada anggur merah dan hitam, sedangkan tanin lebih tinggi konsentrasinya di anggur hijau.

Ceri
Walaupun kecil, buah ceri memiliki banyak kandungan nutrisi penting bagi tubuh. Baik ceri manis maupun asam kaya akan antioksidan seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, melatonin, dan antosianin. Kandungan antioksidan ini umumnya lebih tinggi pada ceri asam, begitu pula dengan konsentrasi vitamin C dan A per 100 gram-nya. Antosianin dapat melawan radikal bebas dengan mengikatnya ke DNA atau mengaktifkan sistem detoksifikasi serta antioksidan dalam tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa antosianin dapat mencegah transformasi sel sehat menjadi sel kanker, memperlambat perkembangan sel kanker, serta meredakan inflamasi dan rasa sakit.

Delima
Delima dikenal akan kandungan polifenolnya, terutama antosianin yang semakin meningkat saat buah masak. Polifenol lain yang terdapat di daging buahnya seperti tanin, punikalgin, sianidin, serta pelargonidin glikosida. Vitamin C per 100 gram-nya pun mencapai 17% dari kebutuhan harian. Tak hanya di daging buah, antioksidan juga banyak terdapat di kulit delima sehingga sering diekstrak dan dijadikan suplemen.

Jeruk
Jeruk dan buah-buahan citrus lain seperti lemon identik dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Buah dengan rasa asam manis segar ini juga memiliki beta karoten, beta cryptoxnthin, zeaxanthin, lutein, asam hidroksisinamat, antosianin, dll. Vitamin C dan A dalam jeruk bermanfaat untuk menguatkan sistem imun. Jeruk termasuk buah yang disarankan WHO untuk disertakan dalam diet pencegahan penyakit kardiovaskular. Sementara itu, hasil kajian atas 48 penelitian oleh CSRIO Amerika memperlihatkan bahwa diet yang dilengkapi buah-buahan citrus dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker secara signifikan.

Apel
Beberapa jenis antioksidan dapat Anda dapatkan dalam sebuah apel, mulai dari beta karoten, quercetin, hingga vitamin C. Quercetin merupakan flavonoid yang memiliki senyawa antioksidan dan anti inflamasi. Senyawa ini dapat mencegah pembentukan enzim pemecah karbohidrat kompleks menjadi sederhana. Polifenol lain dalam apel juga membantu menurunkan penyerapan glukosa oleh sistem pencernaan dan menstimulasi insulin sehingga baik untuk penderita diabetes. Selain itu, konsumsi apel secara teratur berpotensi menurunkan risiko kanker paru pada wanita hingga 21% berdasarkan penelitian yang dilakukan Harvard Medical School.

Pepaya
Tak kalah dengan jeruk dan lemon, kandungan vitamin C dalam pepaya sangat tinggi, yakni mencapai 103% kebutuhan harian per 100 gram-nya. Belum lagi, pepaya juga mengandung karotenoid, beta karoten, vitamin E, likopen, pektin, dan polifenol sebagai antioksidan.

Vitamin C dan karotenoidnya membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol sehingga terhindar dari serangan jantung dan stroke. Vitamin C, E, dan beta karoten juga berpotensi memberikan perlindungan terhadap degenerasi makula dan kanker usus besar. Sementara itu, likopennya diyakini dapat menurunkan risiko kanker prostat pada pria hingga 82%.

Manggis
Lebih dari 40 jenis Xhanthones terdapat dalam buah manggis, dengan fungsi pentingnya masing-masing. Di antaranya ada alpha mangostin yang memiliki senyawa antioksidan dan garcinone E sebagai agen anti tumor. Manggis juga mengandung katekin, kuinon, stilbene, polisakrida, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dan anti peradangan.

Di Thailand, salah satu studi mengungkap bahwa alfa mangostin, beta mangostin, dan garcinone B dalam manggis membantu menghambat infeksi bakteri penyebab TB. Sementara itu, hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Nutrition Journal” memperlihatkan bahwa konsumsi jus manggis secara teratur membantu menurunkan inflamasi dalam darah.

Jambu biji
Kandungan vitamin C jambu biji termasuk yang tertinggi di antara buah lain. Per 100 gramnya, jambu biji sudah dapat mencukupi sekitar 3 kali kebutuhan harian. Jambu biji juga mengandung karotenoid dan vitamin E. Selain itu, ada beberapa polifenol seperti galokatokin, leukosianidin, serta likopen yang jumlahnya lebih tinggi pada jambu biji merah.

Salah satu studi memperlihatkan bahwa jambu biji diduga mampu mencegah perkembangan sel kanker payudara dan menurunkan risiko kanker prostat, diduga karena kandungan likopennya. Sifat anti inflamasi dan anti bakteri yang dimilikinya membantu menyehatkan pencernaan, melindungi usus dari karsinogen, serta meredakan beberapa masalah pencernaan seperti diare, disentri, dan gastroenteritis.

Alpukat
Buah yang sering diolah menjadi jus ini mengandung alfa karoten, beta karoten, beta cryptoxanthin, lutein, hingga zeaxanthin yang memiliki senyawa antioksidan. Manfaat alpukat bagi kesehatan sangat tinggi, terutama dalam meningkatkan sistem imun dan mencegah masalah penglihatan degeneratif.

Mangga
Mangga mampu memenuhi sekitar 46% kebutuhan harian vitamin C dan 25,5% vitamin A per 100 gram-nya. Beta karoten di dalamnya sangat melimpah, terlihat dari daging buahnya yang warna oranye. Belum lagi, mangga juga memiliki lutein, zeazanthin, likopen, pektin, mangiferin, xanthonoid, dan asam gala.

Studi dari Institute for Food Research menunjukkan bahwa pektin dapat membantu mencegah perkembangan sel kanker prostat. Sedankgan studi dari Texas Agrilife research mengungkap bahwa mangga dapat memberikan perlindungan terhadap kanker usus, payudara, darah, dan paru-paru.

Kiwi
Yang paling menonjol dari kiwi adalah vitamin C-nya yang mampu mencukupi 1,5 kali kebutuhan harian per 100 g. Buah yang identik dengan Selandia Baru ini juga memiliki vitamin A, beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan katekin. Salah satu studi memperlihatkan bahwa kualitas antioksidan kiwi lebih kuat daripada jeruk. Kiwi juga sudah sering digunakan di Tiongkok sebagai obat tradisional untuk mengkobati kanker liver, payudara, paru-paru, dan perut.

Kurma
Buah yang identik dengan Ramadhan ini memiliki beberapa senyawa antioksidan seperti tannin, beta karoten, lutein, dan zeaxanthin yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Kurma memang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati rabun senja. Kurma pun memiliki agen anti inflamasi yang membantu menurunkan peradangan bersama magnesium.

Tomat
Buah yang juga dapat dikategorikan sebagai sayur ini merupakan salah satu sumber utama antioksidan likopen. Studi menunjukkan bahwa likopen lebih kuat dibandingkan vitamin E dan beta karoten dalam menangkal penyakit. Tomat pun kaya akan vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Brokoli
Tak kalah dengan buah-buahan, brokoli kaya akan vitamin C, A, beta karoten, dan zeaxanthin yang berfungsi sebagai antioksidan. Brokoli juga memiliki fitonutrien sulforphane yang berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker. kaempferol, quercetin, dan antosianin di dalamnya pun memiliki efek anti peradangan dan dapat memperlambat perkembangan sel kanker.

Kubis
Kubis mungkin merupakan salah satu sayuran yang paling sering Anda konsumsi. Meski warnanya tampak lebih terang dan tidak sehijau sayuran lain, tak perlu khawatir karena kubis juga mengandung banyak nutrisi dan antioksidan. Sayur yang juga disebut kol ini kaya vitamin C dan polifenol. Kubis merah atau ungu juga mengandung antosianin yang memberinya warna unik.

Asparagus
Asparagus mungkin belum terlalu populer sebagai sayuran di Indonesia. Namun, sayur yang dikonsumsi bagian tunas mudanya ini kaya akan fitonutrien yang bermanfaat sebagai anti peradangan seperti saponin, quercetin, rutin, dan kaempferol. Asparagus juga dilengkapi antioksidan beta karoten, vitamin C, dan E. Studi bahkan menunjukkan bahwa asparagus menandung glutathione yang diproduksi oleh tubuh.

Bayam
Tak heran jika Popeye mengajarkan kita agar suka makan bayam. Sayuran berdaun hijau ini ternyata akan nutrisi dan antioksidan. Bayam mengandung vitamin C, E, A, kalsium, magnesium, dan potassium. Beta karoten, lutein, zeaxanthin termasuk karotenoid yang dimilikinya. Bayam juga dilengkapi kaempferol yang membantu memperlebar pembuuluh darah sehingga memperlarncar aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

Sawi
Seperti bayam, sawi juga kaya antioksidan. Sawi merupakan sumber karotenoid, saponin, dan flavonoid yang sangat baik. Sawi dan sayuran berdaun hijau lainnya termasuk salah satu kelompok makanan yang direkomendasikan American Institute for Cancer Research untuk melawan kanker. Laporan para ahli AICR mengungkap bahwa makanan dengan karotenoid berpotensi melindungi tubuh dari kanker mulut, kerongkongan, dan tenggorokan. Beberapa studi lab menermukan bahwa karotenoid dalam sayuran berdaun hijau dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, kulit, paru, dan perut.

Seledri
Vitamin C, beta karoten, dan mangan merupakan beberapa antioksidan yang terdapat di seledri. Namun, yang membuatnya menonjol adalah aneka fitonutrien di dalamnya. Sebagian fitonutrien ini termasuk antioksidan fenolat dan memiliki sifat anti inflamasi.

Kedelai
Kedelai mengandung beragam senyawa aktif dan fitokimia. Di antaranya ada isoflavone yang meniru kerja hormon estrogen, saponin yang memberikan perlindugan terhadap kanker dan menurunkan kolesterol, asam fenolat yang berpotensi menghentikan penyebaran sel kanker, serta asam fitat sebagai antioksidan.

Legum
Kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, dan kacang-kacangan lain memiliki berbagai nutrisi penting yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain lignan dan saponin, ada flavonoid, inositol, sterol, dan prtease inhibitor yang bertindak sebagai antioksidan.

Ubi jalar
Ubi jalar baik yang berwarna oranye, ungu, maupun putih mengandung nutrisi penting seperti vitamin A, C, B6, potassium, dan serat. Ubi jalar oranye diyakini sebagai salah satu sumber beta karoten terbaik dan mampu meningkatkan kadar vitamin A dalam darah, terutama pada anak-anak. Sementara itu, ubi jalar ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti inflamasi.

Wortel
Sudah bukan rahasia lagi jika wortel kaya akan vitamin A dan beta karoten. Namun beberapa studi terbaru menemukan bahwa polikatilen merupakan fitonutrien yang tak kalah penting dalam wortel. Polikatilen diketahui dapat menghambat perkembangan sel kanker usus besar. studi juga menemukan bahwa karotenoid tak hanya membantu mencegah kerusakan oksidatif pada tubuh, tapi juga pada polikatilen.

Cabai
Mungkin sebagian dari Anda belum tahu jika cabai sebenarnya kaya akan vitamin C yang juga berfungsi sebagai antioksidan. Cabai juga dilengkapi vitamin A, E, B kompleks, K, dan mineral penting lainnya. Pilih cabai merah atau tunggu hingga cabai masak agar ketersediaan vitamin C dan karotenoidnya maksimal.

Paprika
Masih satu keluarga dengan cabai, paprika juga kaya antioksidan. Studi dari Spanyol berusaha melihat ketersediaan vitamin C, E, dan 6 jenis karotenoid (alfa karoten, beta karoten, likopen, lutein, cryptoxanthin, zeaxanthin) di aneka makanan yang umum dikonsumsi di sana. Hasilnya, hanya dua sayuran, yakni tomat dan paprika, yang mengandung setidaknya 2/3 dari nutrisi yang dicari. Paprika bahkan menyumbang 12% zeaxanthin dan 7% vitamin C dari seluruh jenis makanan yang dikonsumsi partisipan.

Bit
Tak hanya mengandung lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan mata, bit jgua memiliki fitonutrien unik bernama betalain. Dua di antara betalain ini, betanin dan vulgaxanthin, berfungsi sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan detoksifikasi. Studi lab terbaru menunjukkan bahwa betanin yang diekstrak dari bit dapat mengurangi pertumbuan sel tumor otak.

Terong
Semua jenis terong kaya akan asam klorogenat yang berfungsi mencegah pembentukan plak pada dinding arteri. berdasarkan penelitian USDA di Maryland, terong dapat menurunkan kadar kolesterol dan membuat kerja dinding arteri lebih santai sehingga risiko darah tinggi pun berkurang.

Labu
Labu mengandung karotenoid berupa beta karoten yang memberinya warna oranye dan menyehatkan mata. Tak hanya itu, biji labu ternyata juga kaya akan vitamin E dalam berbagai bentuk. Dua di antaranya hadir dalam bentuk alfa tocomonoeol dan gamma tocomonoeol yang juga memiliki manfaat antioksidan.

Wijen
Di balik bentuknya yang mini, wijen kaya akan antioksidan kuat seperti IP-6, lignan, sesamin, sesaminol, vitamin E, lesitin, dan linoleat. IP-6 atau fitat merupakan salah satu senyawa anti kanker alami potensial. Umumnya, wijen hitam mengandung antioksidan lebih tinggi dibandingkan wijen coklat.

Biji bunga matahari
Biji bunga matahari merupakan sumber vitamin E yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Tak heran jika biji bunganya sering digunakan sebagai produk kecantikan. Vitamin E juga dapat menetralisir radikal bebas dan memberikan efek anti peradangan sehingga dapat meredakan gejala asma, osteoartitis, dll.

Jagung
Jagung mengandung antioksidan karotenoid yang memberikannya warna kuning. Di antara karotenoid tersebut, yang paling menonjol adalah lutein dan zeaxanthin. Lutein membantu melawan degenerasi manula dan kebutaan. Salah satu studi dalam “Journal of Agricultural Food and Chemistry” menemukan bahwa semakin lama jagung dimasak, semakin tinggi kadar lutein di dalamnya.

Bawang putih
Satu siung bawang putih mengandung vitamin A, B, C, selenium, potassium, kalsium, magnesium, seng, dan zat besi. Bawang putih banyak digunakan sebagai obat tradisional dan antibiotik alami. Di antaranya untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, detoksifikasi logam berat, mencegah kanker, dan anti jamur.

Whey protein
Whey protein adalah bubuk protein yang dioleh dari susu sapi. Whey menyediakan asam amino esensial yang penting untuk produksi antioksidan glutathione. Whey juga mengandung glutamilsistein yang bersifat bioaktif dlam produksi glutathione. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pilih whey berkualitas tinggi yang bebas dari bahan kimia, hormon, dan gula tambahan.

Kopi
Kopi mengandung antioksidan yang menawarkan perlindungan terhadap sistem kardiovaskular. Dalam studi lab, asam kafeat juga bertindak sebagai antioksidan di beberapa tahap perkembangan kanker. Asam kafeat berhasil menurunkan tingkat inflamasi dan mendorong sel kanker untuk menghancurkan dirinya sendiri.

Coklat
Coklat kaya akan antioksidan flavonoid bernama katekin. Antioksidan katekin bahkan menyumbang 10% bobot bubuk kakao kering saat ditimbang. Namun, perlu Anda ketahui bahka kadar antioksidan kakao dapat menurun seiring dengan banyaknya proses yang mereka jalani. Pilihlah coklat hitam berkualitas baik yang masih memiliki kadar kakao tinggi dan rendah gula untuk mendapatkan manfaat antioksidan secara maksimal.

Teh hijau
Teh hijau mengandung polifenol katekin dalam bentuk EGCG yang dpat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, glaukoma, kolesterol, dll. Studi juga menunjukkan bahwa EGCG dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mencegah obesitas. Sama seperti kakao, antioksidan teh hijau dapat menurun akibat proses pengolahan sehingga Anda perlu cermat memilihnya.

Telur
Selama ini, telur dikenal dengan tingginya kandungan protein yang dimilikinya. Namun para peneliti dari University of Alberta mengungkap bahwa telur juga mengandung senyawa antioksidan. Mereka bahkan mengatakan bahwa 2 butir kuning telur mentah memiliki senyawa antioksidan hampir dua kali lebih banyak dari 1 buah apel dan hampir separuh dari setengah porsi cranberry. Namun senyawa ini berkurang hingga setengahnya jika telur digoreng atau direbus, dan berkurang lebih banyak lagi jika dimasak dengan microwave.

Itu dia daftar 50 makanan sumber antioksidan terbaik. Mengingat kandungan antioksidan antara makanan satu dengan makanan lainnya tidak sama, cobalah untuk memvariasikan dan mengkombinasikan beberapa makanan dalam diet Anda sehari-hari. Perhatikan juga cara mengolahnya karena dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan antioksidan di dalamnya. Umumnya, buah dan sayuran paling baik jika dimakan segar. Namun, beberapa di antaranya, misalnya tomat, justru meningkat saat dimasak dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.

Obat Antioksidan Alami

Bagi anda yang mencari obat antioksidan alami, anda tidak perlu repot repot mencari kesana sini. Hubungi saja kami, tinggal telpon ataupun sms maka barang akan di antar sampai tujuan. Kami menyediakan Ganuloci dari De Nature merupakan obat antioksidan alami yang terbuat dari bahan bahan herbal yang aman dikonsumsi. Jika berminat hubungi saja kami di nomor 082221132221/087719707073. Baca juga tips ramuan menjaga wibawa dan ketenangan

Ingin Hidup Sehat???
Pesan Sekarang Juga

ganuloci2

Khasiat untuk mengobati asam urat, diabetes, kanker/tumor, stroke, kolesterol, kelenjar getah bening, asma, bronkhitis, hepatitis dan radang sendi

CARA PEMESANAN :

cara-order-obat-sipilis

  • Silakan Konsultasikan penyakit anda dan pilih jenis obat yang akan akan anda beli ke nomor 082221132221/087719707073.
  • Kemudian kami akan menjawab jumlah biaya yang harus anda keluarkan
  • Pembayaran terlebih dahulu via transfer bank

Info Rekening

No rekening pembayaran obat

Setelah transfer smskan konfirmasinya untuk proses pengiriman dengan format :

Nama * Alamat Lengkap beserta kode Pos * Nama rekening pentransfer * Nama Obat dan No.Hp. setelah itu barang kami kirim melalui TIKI / JNE / POS. Silahkan sms/telp dan akan kami infokan no.rekening melalui sms.

Agar pesanan Anda bisa segera diproses, segera konfirmasikan pembayaran Anda via SMS ke 082221132221 / 087719707073

CONTOH SMS KONFIRMASI :
Kharis Munajat * Jl.Raya perumas cendana asri no.9, kecamatan majenang, kabupaten cilacap, provinsi Jawa Tengah kode pos 53257 * sudah transfer 320rb via BRI atas nama Kharis Munajat* Obat bio aura * 082226454804.


Untuk Konsultasi Hubungi Kami
082221132221 / 087719707073
Play On 24 jam

Klinik Pengobatan De Nature Indonesia

Iklan Post

Baca Juga:

Iklan Post

Leave a Reply